Prayoga Simanungkalit

Wednesday, August 28, 2019

Gap Year: Nunda Kuliah Setahun yang Bisa Sangat Berfaedah

Gap Year: Nunda Kuliah Setahun yang Bisa Sangat Berfaedah    

Gap year bukanlah aib. Gap year bisa sangat bermanfaat, bisa jadi investasi yang sangat berharga, bisa jadi life-changing bila bener-bener bisa kamu manfaatkan.
SBMPTN 2018 diikuti oleh 860.001 peserta, dengan jumlah diterima sebanyak 165.831 peserta (19,28%). Dari angka tersebut bisa kita lihat bahwa sekitar 700 ribu peserta tersingkir dan harus rela bersaing di jalur mandiri PTN, daftar PTS atau menunggu tahun depan apabila ingin kuliah.
Buat yang nggak lolos di PTN atau jurusan yang diinginkan, aku di sini nggak akan mencoba menghiburmu supaya keluar dari kegalauanmu. Aku yakin kamu juga udah kenyang atau bahkan mungkin sudah muak dengan nasihat, motivasi atau kata-kata mutiara. Namun di sini aku akan mencoba ngasih beberapa perspektif yang mungkin akan bermanfaat, khususnya bagi kamu yang sudah berencana atau secara terpaksa nunda kuliah setahun atau istilahnya dikenal sebagai gap year.
Di Indonesia saat ini gap year menjadi pilihan kurang populer bagi lulusam SMA/SMK/MA. Banyak yang menghindari nunda kuliah setahun dan memaksakan diri harus kuliah hanya untuk menghindari berbagai stigma. Padahal banyak perguruan tinggi terbaik dunia, seperti Harvard University, memberikan pilihan untuk menunda kuliah setahun bagi calon mahasiswanya. Meski konteksnya ga sama persis dengan di Indonesia, tapi esensinya kurang lebih sama: mereka menyarankan atau memberikan pilihan ke mahasiswa barunya untuk menunda kuliah setahun.
Kok bisa sih gap year disarankan? Emangnya apa enaknya nganggur setahun? Bukannya kalau nganggur setahun bisa tertinggal dengan temen-temen angkatan? Belum lagi apa kata orang-orang kalau nganggur setahun???

Beberapa Keraguan tentang Gap Year

1. Gap Year = Nganggur Setahun?

Nah biasanya anak-anak yang gagal lolos berbagai seleksi PTN mikirnya kalau gagal kuliah tahun ini tapi kuliah di tahun depan itu berarti nganggur setahun.
“Gila apa! Setahun nganggur? Mau ngapain aja gue? Pasti bosen abis!”
Nganggur setahun ini istilah aja, sih. Ketika kamu berhenti sejenak dari sekolah atau kuliah, bukan berarti kamu juga berhenti belajarnya, bukan berarti kamu nggak ngapa-ngapain. Pendidikan itu nggak cuma bisa didapet di sekolah atau kampus aja, tapi bisa juga dari buku, video, kursus, atau terjun langsung di lapangan.
Waktu satu tahun itu kesempatan kamu buat ngelakuin hal-hal yang nggak sempat kamu lakuin dan belajar banyak hal lain yang nggak sempat kamu pelajarin di sekolah dulu. Intinya sih, banyak banget pilihan kegiatan yang bisa kamu lakukan selama setahun tersebut, tentunya sambil nyiapin ujian masuk perguruan tinggi tahun depannya.

2. Gap Year = Tertinggal Setahun?

“Waduh gimana nih kalau ambil gap year, gue jadi ketinggalan ama temen-temen angkatan gue! Apa kata dunia?!”
Banyak anak yang khawatir kalau dia ambil gap year berarti tertinggal setahun dengan teman-teman seangkatan yang sudah kuliah duluan. Entah khawatir tertinggal setahun dari segi kuliah maupun tertinggal setahun dari segi karier atau pekerjaan nanti.
Kita bahas dari segi kuliah dulu. Kuliah itu berbeda dengan sekolah. Kalau di sekolah memakai sistem paket, artinya mapel yang kamu pelajari sudah ditentukan oleh sekolah sama untuk semua siswa satu jurusan. Sedangkan kalau di kuliah, kamu punya fleksibilitas untuk ngambil, nunda, ngedrop mata kuliah di tengah jalan, atau nyodok mata kuliah kalau udah memenuhi persyaratan untuk ikut mata kuliah tersebut. Jadi lama kuliah seorang mahasiswa ditentukan oleh pilihan dan peforma mahasiswa itu sendiri. Jadinya ada mahasiswa yang lulus S1 dalam waktu 3 tahunan, tapi ada juga mahasiswa yang kuliah sampai belasan semester belum lulus-lulus. So, dalam satu angkatan pun, yang masuk kuliahnya bareng, lulusnya bisa berbeda-beda kok.
Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca artikel ini: Apa Bedanya Kehidupan Kuliah dengan Masa SMA?
Dalam hal karier atau pekerjaan juga demikian, selisih setahun di dunia kerja itu nggak signifikan, karena skill-lah yang jadi pertimbangan utama ketika kerja. Banyak anak yang sebelum nyampe usia 30 tahun sudah jadi manager, atau bikin startup yang sukses, beberapa dari mereka membawahi atau mempekerjakan orang-orang yang usianya jauh di atasnya.
Sebagai bahan inspirasi, coba deh baca ini: 11 anak muda Indonesia yang berhasil masuk “30 Under 30” Forbes 2018
Kalau kamu bisa memanfaatkan gap year dengan baik, bisa jadi kamu malah bisa menemukan cita-cita yang ga pernah kepikiran sebelumnya atau menemukan career path yang nggak disangka sebelumnya.

3. Gap Year = Aib?

Apabila kamu memutuskan untuk mengambil gap year, mungkin di awal kamu bakal terasa sangat tertinggal dengan temen-temenmu. Karena mungkin banyak temenmu yang sudah diterima kuliah. Kamu bakal lihat temen-temen upload foto pake jas almamater di Instagram bersama teman-teman baru mereka, yang mungkin saja bikin kamu kepengen. Tekanan sosial di awal masa-masa gap year, entah itu dari lingkungan, keluarga, teman, dll, mungkin akan membuatmu stres, malu atau sedih.
“Haduh malu nih gue ambil gap year! Apa kata orang-orang? Apa kata temen-temen gue?!”
Dan berbagai macam pikiran-pikiran negatif mungkin muncul di pikiranmu.
Namun hal itu bukanlah aib. Tiap-tiap orang punya ukuran keberhasilan dan jalan hidup yang beda-beda. Belum tentu banget hal-hal negatif yang ada di pikiranmu juga muncul di pikiran orang lain. Bisa jadi mereka cuek, atau malah mau bantuin kamu, pengen kasih semangat. Jadi mesti dibedain mana yang muncul di pikiran kita aja, mana yang menang bener-bener nyata diucapin oleh orang lain.

Kenapa Gap Year Direkomendasikan?

Seperti yang aku singgung di atas, beberapa universitas top dunia seperti Harvard, Princeton, Tufts, dan New York University  merekomendasikan atau memberikan pilihan bagi mahasiswa barunya untuk nunda kuliah setahun. Bahkan, Harvard University telah merekomendasikan opsi ini selama lebih dari empat dekade. Kenapa? Soalnya siswa yang telah mengambil gap year mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika gap year sehingga mereka menyarankan semua siswa Harvard untuk mempertimbangkan untuk mengambil gap year juga.
Emangnya kenapa sih para perguruan tinggi top ini merekomendasikan gap year?
Banyak penelitian yang menunjukkan dampak positif terhadap mahasiswa yang mengambil gap year. Di Australia dan Inggris, para peneliti menemukan bahwa mengambil gap year memiliki dampak positif yang signifikan terhadap prestasi akademis siswa di perguruan tinggi (Birch dan Miller 2007; Crawford dan Cribb 2012). Di Inggris dan di Amerika Serikat, anak yang telah mengambil gap year lebih mungkin untuk lulus dengan nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada yang langsung melanjutkan ke perguruan tinggi (Crawford and Cribb 2012, Clagett 2013).
Dari hasil survei ke anak-anak yang mengambil gap year juga demikian, hampir semuanya setuju bahwa gap year telah berdampak positif bagi mereka khususnya dari segi personal.

Tentunya apa yang didapatkan oleh masing-masing anak yang mengambil gap year bisa berbeda-beda, karena dari awal mungkin tujuannya ambil gap year berbeda dan ngisi gap yearnya juga beda-beda.
Kalau dari aku sendiri sih ada empat hal utama yang bisa kamu dapat atau raih dengan gap year:

1. Gap year membuat kamu lebih matang dan dewasa

Gap year students are perceived to be ‘more mature, more self-reliant and independent’ than non-gap year students. [Birch, “The Characteristics of Gap-Year Students and Their Tertiary Academic Outcomes”, Australia, 2007]
Gap year akan mengajarimu bagaimana menentukan goals dan bagaimana kamu berusaha mewujudkan goals tersebut. Mulai dari mengambil keputusan, mengatur waktu, menentukan prioritas hingga berkomitmen terhadap apa yang telah kamu rencanakan. Tekanan sosial dari lingkungan akan membuatmu terbiasa dengan hal tersebut sehingga kamu akan lebih cuek dengan berbagai omongan orang lain.
Bagi kamu yang gap year karena terpaksa (nggak lolos di SBMPTN atau PTN dan jurusan impianmu), gap year bakal mengajarimu bagaimana menerima dan berusaha bangkit kegagalan.
“Self achievement lebih bisa mengenal diri sendiri, self-love yg baru aku ngerti itu fundamental banget, mengahargai proses bukan sama hasil. Lebih terbuka sama hidup karena ga melulu apa yg di pingin langsung kewujud, lebih mengerti dn mengenal sekitar dg segala problematikanya. Jadi lebih paham kenapa harus bersyukur dan sabar, lebih bs mengolah perasaan dan emosi krn banyak merenungkan apa yg sudah terjadi, mulai terbiasa manage waktu sendiri, byk bgt pejaran hidupnya” – lailanalna

2. Dengan gap year, kamu bisa punya waktu yang banyak buat merefleksikan diri sehingga bisa mengambil keputusan terbaik

Dengan padatnya waktu dan kegiatan kelas 12, sekolah pagi sampai sore, malamnya bimbel atau belajar, begitu terus selama hampir setahun, membuat anak-anak kelas 12 terlalu terjebak dalam rutinitas, tanpa sempat memikirkan atau merenungkan secara mendalam pertanyaan yang lebih penting dan mendasar seperti:
“Apa sih minat dan bakatku?”
“Hal-hal apa nih yang menarik untuk aku eksplorasi?”
“Apa karier yang pengen aku capai?”
Pertanyaan-pertanyaan di atas, kebanyakan nggak sempat kamu cari jawabannya di dalam dirimu sendiri karena rutinitas dan tekanan belajar selama kelas 12. Dengan menyendiri dalam waktu yang cukup lama, kamu punya banyak waktu buat menilai kemampuanmu serta merencanakan hidupmu jauh ke depan.
“Gw terlalu takut utk milih jurusan karena sebelumnya pernah gagal. Akhirnya prioritas waktu itu gw lolos sbm, gw malah gak milih jurusan yg gw impikan dr jaman sekula. Akhirnya? Yap gw lulus lah, tapi penuh dg penyesalan. Apalagi pas udh masuk perkuliahan, serasa beban semwa” – @sepedanya_mana
Kuliah sendiri merupakan proses pembelajaran yang panjang. Di kampus, kamu bakalan benar-benar mempreteli secara detail bidang yang kamu tekuni. Jadi apabila kamu nggak ada rasa minat atau keinginan untuk mengeksplorasi bidang yang akan kamu tekuni tersebut, maka waktu bertahun-tahun yang akan kamu habiskan ketika kuliah mungkin bakalan terasa sangat berat. Dalam sudut pandang yang lebih luas, saat ini hanya 30% dari pelajar Indonesia yang bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, maka sangat disayangkan kalau jumlah minoritas tersebut diisi oleh anak-anak yang salah jurusan atau anak-anak yang nggak punya motivasi tinggi dalam belajar.
Kalau keputusan yang kamu ambil tepat, kemungkinan kamu bisa lebih menikmati kuliahmu. Lebih jauh lagi, kemungkinan bisa lebih menikmati pekerjaan dan kariermu kelak.
“Kalo ga ngambil gap year, mungkin gue bakalan kejebak pengen jadi guru, karena gue ga tau apa yang bener-bener gue pengen, gue cuma mikir gue harus bermanfaat buat orang lain, dan guru adalah hal sederhana yang bisa gue lakukan. Padahal, gue bisa jadi bermanfaat sekaligus mengejar bidang yang emang gue suka, dan akhirnya, gue ketemu bidang ilmu yang menantang intelektualitas gue. 2tahun gue nunda kuliah, bagi mereka gue buang-buang umur, tapi bagi gue.. gue belajar banyak hal yang ga mereka dapatkan diperkuliahan.. hingga akhirnya sekarang gue bener-bener siap untuk kuliah. Plus gue juga lulus di ptn impian gue. Kuliah itu adalah cara kita memperkaya intelektualitas kita sekaligus mengabdikan ilmu yang kita punya buat kepentingan masyarakat banyak. Percayalah, gap year memberi lo lebih dri sekedar waktu buat ngejar test. Gap year ngajarin lo tentang hidup.” – @aisyahlian

3. Dengan gap year, kamu punya banyak waktu buat mengeksplorasi hal-hal baru yang belum sempat kamu coba ketika sekolah

Rutinitas sekolah yang sangat padat membuat banyak anak yang ga sempat mencoba hal baru, mengeksplorasi hal yang ga diajarkan di sekolah. Kalau selama ini keinginan belajarmu “dihambat” sekolah, kali ini kamu punya waktu untuk mempelajari apa pun yang pengen kamu pelajari.
“Dibanding ruginya, aku lebih ngerasa banyak untungnya sih. Aku jg bebas ngelakuin apa aja yang aku suka kaya travelling, nonton film, nulis yang selama ini sering terhalang (ada tugas, ujian).” – @KrisentianaMia
Dengan gap year, kamu punya waktu buat menambah atau meningkatkan skill yang kamu miliki. Kamu bisa kursus atau magang untuk menambah pengalamanmu. Untuk pertama kalinya dalam hidupmu, kamu punya kebebasan buat melakukan kegiatan apapun yang kamu pengenin yang selama ini terhalang rutinitas sekolah.
Meskipun konteksnya berbeda, setelah lulus dari STAN tahun 2011 dulu, angkatanku sempat “nganggur” selama kurang lebih setahun, menunggu untuk diangkat CPNS. Banyak temen-temen angkatanku yang mengeluh dengan keadaan tersebut. Namun banyak juga yang akhirnya ngisi waktu dengan magang, kerja atau pun kursus lagi.
Aku sendiri, karena minatnya di pendidikan, ngisi waktu dengan bikin twitter @halokampus. Setiap hari selama berbulan-bulan, aku ngasih twit-twit informatif seputar persiapan masuk kuliah, jawab-jawabin pertanyaan satu per satu. Hal tersebut memaksaku untuk belajar hal-hal lain, seperti marketing, membuat website, dll. Dan ternyata itu semua seru juga. Singkat cerita, akhirnya followers Twitter-nya mencapai ratusan ribu dan aku diajak buat gabung kerja di tim Marketing Zenius Education.
Dari sebuah eksplorasi pada masa nganggur setahun, sekarang jadi kerjaan dan karier yang aku jalani. 🙂
Jadi, daripada ngeluh atau sedih dengan keadaan, manfaatkan gap year buat benar-benar eksplorasi minat dan bakatmu yang selama ini nggak sempat kamu kerjakan.

4. Dengan gap year, kamu punya banyak waktu buat belajar persiapan masuk perguruan tinggi tahun depan

Dengan waktu belajar yang lama, tentu saja kamu punya waktu banyak buat mempersiapkan diri untuk belajar buat persiapan masuk perguruan tinggi tahun depan. Kamu punya banyak waktu buat mengulang mulai dari awal lagi, kuatin fundamentalnya, sehingga lebih enak ketika mempelajari materi-materi tingkat lanjut. Kamu punya waktu yang sangat banyak untuk mempersiapkan semuanya sehingga kamu bisa menaikkan standar yang kamu capai tahun lalu.
“Lebih bisa beryukur dan menghargai apa yg udah diraih sekarang. Lebih bisa memotivasi diri sendiri .Aku yg gak pernah disiplin belajar jadi berubah, ditambah lagi zenius yg sumpah demi apapun enak banget huhu. Gapyear ini juga aku jadiin sebagai waktu aku buat istirahat haha. Belajar buat yakin sama diri sendiri dan selalu berprasangka yg baik juga, dan yg lebih penting jadi lebih sabar dan ikhlas juga. Apalagi temen² waktu itu udah dapet kuliah semua haha, ini bisa dijadiin buat semangat belajar juga hehe.Kita juga dituntut supaya bisa bertanggung jawab. Jangan sampe gapyear ini sia-sia dan gak ada hasil. Jadi manajemen & disiplin waktunya bener-bener harus produktif. Intinya, pas gapyear bnyk pelajaran hidup yg didapet, jadi lebih realistis juga. Milih kuliah juga lebih mantep. Ya gimana ya ditolak berkali-kali itu gak enak woi huhu :”)” – @iraaniswa

Gap year TIDAK Memberikan Jaminan Kamu Bakalan Sukses

Oke, sampai di sini, ku harap kamu udah mulai ngeh banyak faedah dari gap year. Tapi … terlepas dari semua faedah itu, nggak ada jaminan dengan mengambil gap year kamu bakalan semakin matang dan dewasa, menemukan minat dan bakatmu, atau lolos di perguruan dan jurusan yang kamu inginkan tahun depan. Kenapa? Karena balik lagi dengan gimana kamu mengisinya.
Oleh karena itu, kamu harus merencakan dengan matang apa yang kamu lakukan selama setahun tersebut dan berkomitmen dengan rencana tersebut.

1. Merencanakan kegiatan gap year

“Pas gapyear gue mulai nyoba volunteeran. Ikut Olimpiade Internasional karna gue penasaran gmnsi soal olim inter tuh wkwk karna selama ini cuma jd peserta olim sini sini aja (btw HSE Russia waktu itu yg ngadain. Untuk jkt lokasinya di MHT). Baca buku-buku keren rekomendasi zenius!” – @nadaays_
Agar gap year-mu sesuai dengan harapan, kamu nggak bisa menjalaninya dengan mengalir begitu aja. Setahun emang kesannya adalah waktu yang banyak. Tapi ketika kamu menjalaninya, siapa sangka waktu berlalu dengan cepat. Makanya, penting banget untuk bikin list apa aja yang akan kamu lakukan selama gap year, lalu bikin jadwal kegiatannya. Kalau kamu gagal merencakan dan memanfaatkan gap year dengan baik, maka sama aja dengan menyia-nyiakan usia emas buat belajar dan malah jadi tidak produktif.
Dari segi non akademis, ada banyak hal yang bisa kamu lakuin selama gap year untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan soft skills yang mungkin sebelumnya nggak pernah dipelajari di sekolah, seperti jadi relawan suatu kegiatan, traveling, bikin project, bikin usaha, magang, dll.
Dalam survei American Gap Association kepada siswa gap year, beberapa aktivitas yang dilakukan di antaranya:

Selain itu, sebagai tambahan bahan inspirasi, kamu bisa baca ide-ide ngisi kegiatan selama gap year berikut.

2. Beberapa skills yang wajib kamu pelajari selama gap year

Selain kegiatan non-akademis di atas, jangan lupakan kegiatan akademisnya, karena tujuan awal memang diterima di perguruan tinggi tahun depan kan?!
Beberapa skills yang penting untuk kamu pelajari selama setahun ke depan:
1. Fundamental Skills
Fundamental skills di sini mencakup thinking skills, basic mathematics, dan basic scientific thinking. Dengan fundamental skills yang lebih oke, diharapkan pola pikirmu jadi gokil dan justru jadi lebih gampang untuk belajar SBMPTN. Kamu wajib banget khatamin materi zenius.net yang legendaris ini: Fundamental Skills
2. Bahasa Inggris 
Dunia kita dibatesin dengan sejauh mana kita menguasai bahasa. Sebagai bahasa komunikasi internasional, sebagian besar ilmu pengetahuan saat ini tersedia dalam bahasa Inggris. Mulai dari artikel di Wikipedia, textbook perkuliahan, e-book, sampai jurnal ilmiah; jumlahnya sangat njomplang antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Itu baru dibandingin secara kuantitas, belum kualitas. Keterbatasan penguasaan bahasa Inggris akan sangat menghambat proses belajar ketika kamu kuliah nanti.
Sebagai bahan belajar, kamu bisa nonton materi Bahasa Inggris berikut ini:
  • Materi Bahasa Inggris SBMPTN
  • Materi Bahasa Inggris USM STAN
3. Materi SBMPTN
Udah eksplorasi banyak hal dan memperkuat basic skills, pastinya pembelaran SBMPTN itu sendiri jangan kelewatan dong. Pastikan pembelajaran SBMPTN didasari pada penguasaan konsep yang mantep, deliberate practice yang efektif,  dan creative problem solving. Sejujurnya lo bakal capek banget sih di bagian ini. Tapi semua ini adalah harga yang harus lo jalani agar punya kemungkinan lulus lebih tinggi.
Libas semua materi SBMPTN di sini: Materi Lengkap SBMPTN
4. Important Insights
Important insights itu hal-hal penting yang sebaiknya kamu ketahui agar kamu bisa melihat dunia dengan kacamata baru yang berlandaskan nalar yang solid dan pengetahuan sains yang gokil. Berbagai insightful knowledge ini bisa kamu dapet melalui buku atau video dokumenter. Coba deh selain belajar buat SBMPTN, bikin jadwal juga buat baca buku atau tonton video dokumenter. Kalau kamu ga suka atau cepat ngantuk buat baca buku, kamu bisa nonton video. Intinya belajar atau cari insights sebanyak-banyaknya.
Zenius sudah pernah nih bikin list buku dan film rekomendasi:
  • Buku yang gua berani jamin 100% PASTI Keren! – Part 01
  • Buku Klasik Dunia yg gua jamin PASTI Keren! – Part 02
  • 14 Film dan 10 Buku untuk Mengisi Liburan Sekolah
  • Rekomendasi Sabda: Buku yang Mengubah Hidup Gue
  • Rekomendasi Youtube Channel 
Aku pribadi, sebagai pemula, suka baca buku big history atau big picture dari suatu konsep, agar bisa dapet gambaran besarnya dulu. Misalnya Kosmos karya Carl Sagan yang ngomongin alam semesta, Sapiens karya Yuval Harari yang ngomongin sejarah peradaban manusia dari prasejarah sampai modern, atau Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda karya Ernst Gombrich. Untuk dokumenter, kamu bisa cari di Youtube, Netflix atau Curiosity Stream (berbayar, tapi aku rekomendasikan banget).

3. Menjaga komitmen selama gap year

Buat yang ngambil gap year, kamu harus pinter-pinter memotivasi diri sendiri. Bagi yang gagal berkomitmen, sangat mudah buat kamu kehilangan fokus dan tujuanmu di awal.
Zenius sudah bikin artikel yang perlu banget kamu baca: Tips agar Kita Konsisten terhadap Komitmen yang Sudah Kita Bikin
Salah satu cara yang aku rekomendasikan banget untuk menjaga komitmen saat gap year adalah dengan mencemplungkan diri kamu di lingkungan yang sama-sama berjuang untuk SBMPTN tahun depan. Sekarang ada banyak banget grup-grup belajar, baik offline maupun online.
Sebagai penyemangat lain, kamu bisa baca-baca pengalaman beberapa pengguna zenius ketika gap year:
  • Citra, anak gap year, berhasi membuktikan, kalo anak SMK, dari kampung pula, BISA masuk jurusan bergengsi, di PTN favorit pula, yaitu Hubungan Internasional – Universitas Indonesia
  • Tiwi memutuskan untuk berjuang kedua kalinya di SBMPTN tanpa bimbel hingga meloloskannya ke Fakultas Kedokteran – Universitas Padjajaran.
  • Pernah gagal di 2 tahun SBMPTN dan berasal dari keluarga pas-pasan, tidak menyurutkan semangat Bagus untuk lolos FMIPA ITB.
  • Cerita Alif yang tadinya merasa dirinya ga tau diri jadi tercerahkan sejak meng-khatamkan video-video di Zenius Learning. Ia pun menerima kegagalan dan semangat menjalani gap year bersama Zenius.
  • Kegagalan dan Zenius mentransformasi Farah menjadi pejuang tangguh di gap year tahun ini.
  • Grace berhasil membuktikan bahwa lulusan SMK juga bisa masuk ITB (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati)
  • Gagal di dua tahun sebelumnya karena grogi dan kelelahan, Ifan menembus semua kegagalannya dengan lolos Sastra Indonesia UGM lewat UM UGM 2015.
****
Oke demikian artikel tentang gap year kali ini. Intinya adalah gap year bisa sangat bermanfaat, bisa jadi investasi yang sangat berharga, bisa jadi life-changing bila bener-bener bisa kamu manfaatkan. Jadi nggak usah malu atau minder apabila kamu “nganggur setahun”.

 sumber(https://www.zenius.net/blog/19372/gap-year )

 

on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

20 Contoh Kata – Kata Motivasi Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

20 Contoh Kata – Kata Motivasi Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Ketika kita mengalami suatu kegagalan akan suatu hal ataupun hal-hal yang membuat kita tidak bersemangat, tentunya kita akan merasa sedih dan down.
Terkadang, apa yang sudah direncanakan tidak berjalalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita harus bisa menyemangati diri kita agar tidak terlalu lama jatuh dalam kondisi tersebut.
Salah satu hal yang bisa dilakukan ketika mengalami keadaan seperti itu adalah dengan memotivasi diri kita agar bisa bangkit dari keterpurukan.
Motivasi adalah suatu hal yang bisa memberikan pencerahan, masukan yang positif, dan memberikan semangat untuk melakukan suatu hal yang kita inginkan atau rencanakan.
Memotivasi diri mungkin adalah hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang, tak hayal kita sering mencari kata-kata motivasi untuk memotivasi diri kita atau meminta saran dan masukan dari teman dekat kita.
Nah, ada yang tahu gak nih kata – kata motivasi dalam bahasa Inggris? Sembari meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kalian, berikut kami berikan 20 contoh kata – kata motivasi dalam bahasa Inggris beserta artinya. Check them out guys!

1. “Getting up in the morning is a sign that you can achieve the life’s goal better than yesterday.” (Bangun di pagi hari adalah tanda bahwa kamu bisa mencapai tujuan hidup lebih baik dari kemarin).
2. “Practice makes us right, repetitions make us perfect.” (Praktek membuat kita benar, pengulangan membuat kita sempurna).
3. “Do not ever give up, the beginning is always the hardest.” (Jangan pernah menyerah, memulai adalah selalu hal yang tersulit).
4. “Your future is determined by what you start today.” (Masa depanmu ditentukan oleh apa yang kamu mulai hari ini).
5. “Never lose hope, because it is the key to achieve all your dreams.” (Jangan pernah kehilangan harapan, karena itu adalah kunci untuk meraih semua mimpimu).
6. “If we never try, we will never know”. (Jika kita tidak pernah mencoba, maka kita tidak akan pernah tahu).
7. “Struggle that you do today is the single way to build a better future.” (Perjuangan yang kamu lakukan hari ini merupakan cara untuk membangun kualitas yang lebih baik di hari esok).
8. “You do not need to be great to start something. Do it now and do not ever put off because the chance may not come twice.” (Kamu tidak perlu menjadi hebat untuk memulai sesuatu. Lakukan sekarang dan jangan pernah menunda karena kesempatan mungkin tidak datang dua kali).
9. “Your biggest weakness is when you give up and your greatest power is when you try one more time.” (Kelemahan terbesarmu adalah ketika kamu menyerah dan kehebatan terbesarmu adalah ketika kamu mencoba sekali lagi).
10. “Do your best at every opportunity that you have.” (Lakukan yang terbaik di semua kesempatan yang kamu miliki).
11. “If plan A didn’t work, the alphabet still has 25 more letters.” (Jika rencana A tidak berhasil, abjad masih memiliki 25 huruf lainnya).
12. “If opportunity does not come to you, then create it.” (Jika kesempatan tidak menghampirimu, maka ciptakanlah).
13. “Failures are your best teacher. Learn from them.” (Kegagalan adalah guru terbaikmu. Belajarlah dari mereka).
14. “If you are born in a poverty, it’s not your fault. But if you die in a poverty, it’s being an absolute mistake you have made.” (Jika kamu terlahir dalam kemiskinan, itu bukan salahmu. Tapi, jika kamu mati dalam kemiskinan, maka itu adalah kesalahan mutlak yang kamu buat).
15. “When you want to give up, look at back and then see how far you have climbed to reach your goals.” (Ketika kamu ingin menyerah, lihatlah kebelakang dan kemudian ketahui seberapa jauh kamu telah berusaha untuk meraih tujuanmu).
16. “If the plan doesn’t work, change the plan but never the goal.” (Jika rencananya tidak berhasil, rubah rencananya namun jangan pernah merubah tujuannya).
17. “There is no elevator to success. You have to take the stairs.” (Tidak ada lift untuk mencapai kesuksesan. Kamu harus menaiki tangga).
18. “You must pass the bad days first to get the best day in the future.” (Kamu harus melewati hari – hari yang buruk untuk mendapatkan hari terbaik di masa depan).
19. “Life would not be better because a chance, life will always be better because of the courage to take action at every chance.” (Kehidupan tidak akan menjadi lebih baik karena sebuah kesempatan, kehidupan akan selalu menjadi lebih baik karena keberanian untuk mengambil tindakan di setiap kesempatan).
20. “Success is an achievement that comes after the failures.” (Kesuksesan merupakan sebuah pencapaian yang datang setelah kegagalan).



Okay, that’s all guys. Semoga setelah membaca dan memahami kata – kata diatas kalian bisa menjadi lebih termotivasi ya dalam mencapai tujuan atau hal yang sudah kalian rencanakan.
Segala sesuatu yang kita rencanakan terkadang tidak sesuai harapan, namun jangan segera menyerah tetapi buatlah diri tetap termotivasi hingga kalian mencapai hal yang kalian inginkan. Dalam belajarpun motivasi adalah hal yang penting.
on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Perbedaan Sekolah dan Kuliah

Perbedaan Sekolah dan Kuliah

Perbedaan Sekolah dan Kuliah – Ketika lo nonton FTV dan terdapat scene anak kuliah, pasti kesannnya kuliah itu nyantai banget. Ga selalu berangkat kuliah pagi-pagi, pakai baju bebas atau ga harus berebut angkutan umum. Bahkan kadang ga kuliah sama sekali. Kesannya kuliah itu nyantai banget. Tapi lo juga pasti pernah lihat anak kuliah yang kemana-mana membawa buku yang tebal atau dengar juga cerita anak yang bertahun-tahun ga lulus. Kesannya kuliah itu berat banget. Jadi kuliah itu seperti apa? dan apa bedanya dengan sekolah?

Suasana OSKM ITB
Suasana OSKM ITB
(sumber: itb.ac.id)
Sebenarnya cukup banyak perbedaan antara keduanya, tapi paling tidak ada tujuh perbedaan esensial antara belajar di SMA dan di Perguruan Tinggi yang sebagian gue sadur dari Buku Persiapan Kuliah di ITB:


1. Tanggung Jawab Lebih Besar
Berbeda dengan sekolah, di bangku kuliah tanggung jawab lo lebih besar. Jika sekolah trus lo males-malesan dampak paling jelek mungkin raportmu jelek, tapi kalo kuliah lo bisa aja mengulang tahun depan atau ga lulus-lulus. Di kampus lo dituntut bertanggung jawab pada diri sendiri, jadi memang ga ada aturan yang mengikat seperti SMA.
sumber: http://captureyourllife.tumblr.com/
sumber: http://captureyourllife.tumblr.com/

2. Kecepatan Mengajar Lebih Tinggi
Di kampus, misal pelajaran 1 tahun SMA, cuma akan dibahas dalam beberapa bulan saja. Dosen mungkin cuma akan menjelaskan beberapa hal dasarnya, mahasiswa yang harus menggali lebih dalem dalam bentuk biasanya sih tugas. Jadi ngerti atau paham mengenai suatu mata kuliah ditentukan oleh lo sendiri yang mesti rajin-rajin ngerjain tugas dan menggali ilmu sendiri. Malah waktu untuk ngerjain tugas kadang lebih banyak daripada kuliahnya.
Sumber: http://enviproductions.tumblr.com/
Sumber: http://enviproductions.tumblr.com/

3. Dosen tidak sama dengan Guru
Dosen ga sama dengan guru, kalo guru memang mendedikasikan semua waktu kerjanya buat mengajar, kalo dosen punya banyak banget kesibukan di luar mengajar. Jadi ga semua tugas bakal diperiksa oleh dosen. Jadi biasanya ga sempet memeriksa tugas mahasiswanya satu per satu. Bahkan ada dosen yang ga sempet memeriksa ujian mahasiswanya. Loh!

Sumber: http://mikuwmikuw.tumblr.com/
Sumber: http://mikuwmikuw.tumblr.com/

4. Jumlah Ujian Lebih Sedikit
Kalo di kampus, ulangan harian disebut dengan kuis. Tapi kuis ini biasanya ga sering. Sedangkan ulangan umum biasanya cuma UTS dan UAS. Nilai biasanya diambil dari UTS, UAS, Aktivitas dan tugas atau kuis.
sumber: http://goodmintonplayer.tumblr.com/
sumber: http://goodmintonplayer.tumblr.com/

5. Nilai Lebih Tegas
 
Kalo di sekolah lo biasanya dapet nilai 90, 80, 75 atau yang sejenisnya, maka beda dengan di Kampus. Di kampus nilai akhir diberikan dalam angka. Nilai A adalah nilai antara 80-100. Nilai B adalah nilai antara 70-79. Nilai C adalah nilai antara 60-69. Nilai D adalah nilai antara 50-59. Nilai E adalah nilai yang kurang dari 50. Kelihatannya mudah? Jangan salah, di kampus dosen menilai benar-benar apa adanya dan tipe ujiannya beda dengan SMA yang menghafal, di kampus lebih ke pemahaman. Jadi buat nyari nilai 80 itu susah gila, apalagi untuk mata kuliah yang terkenal horor seperti kalkulus.
BH0Og12CQAAfs04



6. Cara Belajar yang Berbeda
Cara belajar di kampus berbeda jauh dengan di sekolah. Di kampus jadwalnya bedasarkan SKS. Jadi selain mata kuliah wajib, ada mata kuliah yang bisa kalian pilih sendiri.

tumblr_inline_mhwpvzkMgA1qz4rgp
sumber: yeahmahasiswa.com


7. Skripsi
Nah skripsi ini adalah puncak dari serangkaian proses lika-liku menjadi mahasiswa sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai sarjana. Proses penyusunan dimulai dari mencari tema, bikin outline, mencari data, bimbingan, nulis skripsinya, revisi, sampai sidang skripsi, yang mana semuanya merupakan proses yang panjang dan butuh perjuangan ekstra. Ga heran banyak mahasiswa telat lulus gara-gara skripsinya ga selesai-selesai.
on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Menjadi Mahasiswa Baru? Ini 10 Tips yang Harus Kamu Lakukan!

Menjadi Mahasiswa Baru? Ini 10 Tips yang Harus Kamu Lakukan!

 
Mahasiswa Baru – Tahun ajaran baru sebentar lagi akan dimulai! Para siswa SMA yang baru saja lulus pun sudah siap bergegas untuk melakukan persiapan menjadi mahasiswa baru. Di masa-masa awal kuliah tentu kamu pernah memikirkan terkait apa yang harus dilakukan mahasiswa baru dan hal yang harus diketahui mahasiswa baru. Begitu bukan? Kehidupan perkuliahan tentunya akan cukup jauh berbeda dengan kehidupan kamu di bangku sekolah.
Sebagai remaja yang baru masuk ke dalam jenjang perkuliaha, kamu dituntut untuk bisa hidup lebih mandiri, cermat, bertanggung jawab, mudah bergaul, serta pintar dalam memotivasi diri sendiri. Nah, biar tahun pertama perkuliahan kamu lancar jaya, berikut Mamikos berikan 10 tips mahasiswa baru yang harus kamu lakukan.

10 Tips yang Harus Kamu Lakukan

Daftar Isi [hide]
  • 1 10 Tips yang Harus Kamu Lakukan
    • 1.1 1. Kenali Lingkungan Kampus dengan Cepat
    • 1.2 2. Pintarlah dalam Me-manage Waktu
    • 1.3 3. Rajinlah untuk Bersosialisasi dengan Orang Baru
    • 1.4 4. Berikan Kesan Yang Baik Pada Dosen
    • 1.5 5. Sering Berinteraksi dengan Senior
    • 1.6 6. Ketahui Peraturan Kampus
    • 1.7 7. Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang)
    • 1.8 8. Dekatkan Diri dengan Dosen
    • 1.9 9. Mencari Info Beasiswa
    • 1.10 10. Memiliki Rasa Semangat untuk Kuliah
Mahasiswa Baru
10 Tips yang Harus Kamu Lakukan

1. Kenali Lingkungan Kampus dengan Cepat


Karena mahasiswa selalu identik dengan kata mandiri, tentu juga harus belajar melakukan semuanya serba sendiri bukan? Sebagai mahasiswa baru, tentu kamu masih cukup asing dengan lingkungan kampus, baik itu mencakup ruangan kelas, laboratorium, ruang Tata Usaha, ruang administrasi, dan sebagainya. Oleh karena itu penting untuk kamu mengenali dengan cepat lingkungan kampus utnuk menghindari kewalahan jika kamu memiliki urusan mendadak di kampus.

2. Pintarlah dalam Me-manage Waktu


Berbeda dengan kehidupan di masa SMA, ketika kamu sudah masuk ke jenjang perkuliahan tentu kamu akan memiliki segudang kegiatan baru. Waktu untuk bermain dan nongkrong bersama teman-teman di kafe pun tentunya akan berkurang pula. Jika dulunya semasa SMA kamu biasanya memanfaatkan waktu luang untuk sekedar bermain atau pergi ke mall, kini kamu harus bisa mengubah kebiasaan itu semua.
Kini kamu harus pintar dalam me-manage waktu, kapan kamu harus kuliah, kapan kamu harus belajar, kapan kamu harus mengikuti kegiatan di kampus, dan kapan kamu harus bermain. Semua ini kamu lakukan agar tetap dapat menyeimbangkan antara kesibukan dan refreshing. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi pengaturan waktu di smartphone supaya hidup kamu lebih tertata.

3. Rajinlah untuk Bersosialisasi dengan Orang Baru


Menurut pengalaman banyak mahasiswa, teman-teman yang pertama kali kamu kenal di kampus biasanya akan menjadi teman dekat menemanimu hingga lulus kuliah. Meskipun pernyataan ini benar adanya, namun kamu juga tidak boleh terperangkap pula pada lingkungan pertemanan yang hanya itu-itu saja. Kamu harus tetap rajin bersosialisasi dengan orang baru agar kamu dapat memperluas lingkungan pertemananmu.
Baca juga :  Maba UI? Ini Dia Hal-Hal yang Bakal Kamu Temui di Ospek UI
Nantinya ini akan memudahkanmu dalam banyak hal seperti membantu kamu mengerjakan tugas kuliah, meembantu kamu mengurus urusan organisasi, bahkan hingga kamu mencari kerja nantinya. Pastinya, memiliki lingkungan pertemanan yang luas juga akan membantu kamu untuk membangun jaringan yang luas juga.

4. Berikan Kesan Yang Baik Pada Dosen


Di hari pertama kuliah, biasanya para dosen pasti akan memulainya dengan perkenalan. Momen ini tentu tidak boleh kamu lupakan dan kamu anggap enteng saja, kamu harus memberikan kesan terbaik di hadapan dosen kamu supaya nantinya dosen bisa mengingat nama dan wajahmu selalu. Kamu bisa memulainya dengan bertingkah sopan, dan selalu aktif di kelas memberikan opini maupun pertanyaan.

5. Sering Berinteraksi dengan Senior


Tanpa kamu sadari ternyata sering berinteraksi dengan para senior di kampus itu banyak manfaatnya loh! Beberapa manfaatnya adalah kamu akan lebih mudah mengenali lingkungan kampus, mengenali karakter-karakter dosen, dan sebagainya. Oleh karena itu sering-seringlah untuk berinteraksi dengan senior, kamu bisa memulainya denagn bertanya tentang hal apa yang belum kamu ketahui seputar kampus.
Tak perlu takut dengan senior, karena sebenarnya senior tidak semenyeramkan yang kamu kira sebelumnya. Banyak para senior yang baik hati dan memiliki niat baik untuk membantu para juniornya dalam hal perkuliahan.

6. Ketahui Peraturan Kampus


Dimana pun kamu berada, tentu kamu akan menemukan adanya peraturan bukan? Begitu juga di kampus. Karena status kamu masih sebagai mahasiswa baru, tentu kamu masih cukup awam bukan dengan peraturan-peraturan yang ada di kampus baik itu peraturan yang dikeluarkan oleh fakultas, maupun universitas. Banyak peraturan-peraturan yang harus kamu ketahui supaya kamu bisa menjalani masa perkuliahanmu dengan lancar.
Biasanya peraturan-peraturan ini mencakup cara berpakaian, peraturan absensi perkuliahan, peraturan meminjam kelas untuk kegiatan, peraturan parkir kendaraan, dan masih banyak lagi. Jadi kamu dituntut untuk cermat memperhatikannya, agar tak ada satu pun pelanggaran yang kamu langgar.
Baca juga :  10 Momen Sedih Mahasiswa Perantau yang Bisa Mengajarkan Arti Kehidupan

7. Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang)


Kampus merupakan wadah yang sangat tepat untuk kamu mengeksplor minat dan bakat yang kamu miliki. Jika di bangku SMA biasanya kamu mengeksplor minat dan bakat dalam kegiatan ekstrakulikuler tertentu, di masa perkuliahan mungkin kamu bisa melanjutkan minatmu dengan mengikuti sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampusmu. Selain dapat menyalurkan minat dan bakat, UKM juga nantinya bisa menjadi tempat dimana kamu dapat memperluas lingkungan pertemanan karena lingkupnya tak hanya mencakup fakultas saja tetapi satu universitas.
Selain mengikuti UKM, kamu juga mungkin bisa mengikuti berbagai organisasi-organisasi yang ada di dalam fakultasmu ataupun di luar kampus. Dengan bergabung dalam organisasi, kamu dapat mengasah jiwa kepemimpinanmu dan belajar untuk mengorganisir kegiatan kampus. Banyak juga lowongan kepanitiaan event di luar kampus yang bisa kamu ikuti, seperti panitia acara musik atau festival film. Tak ada salahnya untuk kamu bergabung karena kamu akan dapat mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa tentunya.

8. Dekatkan Diri dengan Dosen


Jadilah mahasiswa yang dikenal oleh dosen karena memiliki segala prestasi yang cukup membanggakan. Kamu bisa memulai mendekatkan diri dengan dosen agar jika ada materi perkuliahan yang tidak jelas, kamu bisa bertanya langsung dan memahaminya lebih rinci. Tak hanya itu saja manfaat jiak kamu menjalin kedekatan dengan dosen, kelak kamu bisa menjadi tangan kanan dosen tersebut seperti menjadi asisten dosen (asdos). Hal ini tentunya akan menjadi sebuah pengalaman berharga dan tentu orang tua kamu akan sangat bangga.

9. Mencari Info Beasiswa


Dari awal kamu masuk ke masa perkuliahan, tentu kamu juga harus sudah menetapkan target berapa lama kamu akan menyelesaikan perkuliahanmu. Tak cukup memiliki target untuk lulus dengan gelar cumlaude saja, namun terkadang kamu juga harus melebarkan sayap dengan mulai mencari info beasiswa guna menunjang pendidikan dan masa depan kamu nantinya. Kamu bisa memulai mencari beasiswa yang diadakan kampus, agar kamu bisa mengenyam pendidikan secara gratis.
Baca juga :  Universitas Terbaik di Indonesia 2019 Versi Dikti

10. Memiliki Rasa Semangat untuk Kuliah


Ini adalah poin yang paling penting kamu terapkan. Mengapa demikian? Karena rasa semangatlah yang akan membuat kamu tak pernah absen mengikuti perkuliahan. Kamu perlu membuat komitmen dengan diri kamu sendiri bahwa kamu harus hadir di semua kelas dan harus bisa lulus dengan cepat. Jika sudah memiliki komitemen seperti ini, nantinya kamu tidak memiiki alasan lagi untuk bermalas-malasan pergi ke kampus untuk kuliah.
Nah, dengan melakukan 10 tips diatas, mudah-mudahan kamu bisa menjadikan kampus barumu sebagai rumah kedua yang menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu berkunjung ke situs blog Mamikos untuk mendapatkan informasi ter-update dan informasi menarik lainnya. Dan jangan lupa pula download aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih praktis lagi. Temukan pula informasi seputar lowongan kerja, kost-kostan, serta sewa apartemen hanya di Mamikos.
on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Pilihan Jurusan Kuliah Paling Favorit Untuk Anak IPS!


 Jurusan Kuliah IPS


Pilihan Jurusan Kuliah Paling Favorit Untuk Anak IPS!

 

Masa-masa SMA di tahun terakhir mungkin menjadi dilema bagi yang ingin masuk kuliah dan bingung ingin ambil jurusan kuliah yang sesuai. Kalau kamu masih bingung mau melanjutkan kuliah ambil jurusan apa bagi kamu yang ambil IPS, Sepulsa akan kasih sedikit saran nih jurusan kuliah terbaik untuk anak IPS. Yuk langsung aja lihat listnya di bawah ini.

1. Hubungan Internasional

Hubungan Internasional merupakan salah satu jurusan yang bergengsi. Para mahasiswanya mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas interaksi yang melintasi batas antar negara, seperti seni diplomasi, politik luar negeri, perdagangan luar negeri, ekonomi internasional, hukum internasional, dan globalisasi.
Di Hubungan Internasional kamu mempelajari organisasi antar pemerintah (IGO), hubungan antar negara termasuk peran sejumlah negara, organisasi non pemerintah internasional (INGO), organisasi non pemerintah (NGO), dan juga pemerintah multi nasional (MNC).
Bagi kamu yang suka dengan pelajaran PKN cocok untuk masuk kuliah jurusan Hubungan Internasional ini. kampus terbaik untuk jurusan Hubungan Internasional adalah di Universitas Indonesia.

2. Hukum

Pada jurusan ilmu hukum, mahasiswa mempelajari segala sesuatu tentang hukum yang berlaku baik secara teori ataupun praktek. Apabila kamu mempunyai kepedulian terhadap hukum di Indonesia dan mau memperbaiki hukum Indonesia, Program Studi Ilmu Hukum bisa menjadi pilihan yang tepat bagi kamu.
Mata kuliah yang akan kamu dapat adalah pengantar ilmu hukum, ilmu negara, hukum pidana, hukum perdata, dll. Bagi kamu yang senang dengan pelajaran PKN dan Sosiologi, kamu cocok untuk masuk jurusan ini. Pekerjaan yang cocok untuk lulusan hukum adalah pengacara, Notaris, Para legal. Kampus terbaik untuk jurusan Hukum adalah di Universitas Indonesia.

3. Perpajakan‍

Jurusan perpajakan pastinya mempelajari hal yang berkaitan dalam bidang perpajakan dari segala macam perspektif, dari berbagai sisi seperti hukum, ekonomi, dan akuntansi. Nantinya, lulusan perpajakan diharapkan bisa untuk menyusun laporan pajak sesuai dengan peraturan dan ketentuan perpajakan. Mereka juga harus bisa menyelesaikan masalah pada administrasi perpajakan dan membuat laporan keuangan sesuai dengan standar hukum yang berlaku di Indonesia.


Bila kamu menyukai pelajaran Matematika dan Ekonomi kamu cocok untuk masuk jurusan perpajakan. Prospek kerja jurusan perpajakan adalah menjadi konsultan bea cukai, penilai pajak dan keuangan, dan ahli perencanaan pajak. Bila kamu ingin masuk kuliah perpajakan sebaiknya masuk Politeknik Keuangan Negara STAN.

4. Psikologi

Kata psikologi bisa diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan jiwa, diambil dari bahasa Latin “psychologia”. Jurusan Psikologi mempelajari tentang mental, pikiran, dan juga perilaku manusia. Jurusan ini meneliti alur pemikiran dan alasan yang ada di balik perilaku dan tindakan kita mulai dari pemikiran persepsi, teori dan informasi psikologi yang seringkali digunakan untuk meyelesaikan suatu masalah dalam serangkaian aktivitas manusia yang luas.
Cocok untuk kamu yang senang dengan pelajaran Sosiologi. Bila kamu masuk kuliah jurusan psikologi, prospek kerja jurusan ini adalah kamu bisa menjadi psikolog konseling, psikolog klinis, terapis pernikahan dan keluarga, Psikolog Organisasi Industri, Human Resource Development. Kampus yang terbaik bila ingin mengambil jurusan psikologi adalah di Universitas Padjajaran, Bandung.

5. Administrasi Bisnis

Administrasi Bisnis adalah program studi yang mempelajari bagaimana cara mengatur diri sendiri dan juga orang lain, mempelajari bidang strategi komunikasi bisnis, serta mempelajari cara mengambil keputusan untuk memecahkan permasalahan yang ada pada bisnis di suatu perusahaan.
Program studi Administrasi Bisnis mempelajari berbagai mata kuliah yang sangat bersangkutan dengan praktek bisnis nyata seperti: Ilmu keuangan bisnis, sumber daya manusia, operasi bisnis, teori dan perilaku organisasi, Leadership manajemen, kewirausahaan, perencanaan dan simulasi bisnis, ilmu pemasaran, dan juga lainnya.
Jurusan Administrasi Bisnis dalam dunia pekerjaan memiliki banyak kesempatan yang luas karena hampir setiap perusahaan membutuhkannya, kemampuan lulusan administrasi bisnis cocok untuk manajemen di suatu perusahaan, sumber daya manusia, staff marketing, dan juga wirausaha.

6. Ilmu Komunikasi

Di jurusan ilmu komunikasi kamu tidak hanya belajar cara berkomunikasi dengan orang lain aja. Pelajaran-pelajaran seru seperti menulis berita, fotografi, public speaking, desain, membuat iklan dan film juga dipelajari dalam ilmu komunikasi baik secara teoritis dan praktik.
Prospek kerja jurusan ini biasanya menjadi Publik Relation Officer, Spesialis Hubungan Masyarakat, Layanan Sosial dan Komunitas. Universitas Sumatra Utara atau USU adalah pilihan terbaik untuk ilmu komunikasi karena menjadi salah satu dari dua kampus saja di Sumatera dengan memiliki akreditasi A.

7. Manajemen Pariwisata‍

Jurusan Manajemen Pariwisata mempelajari konsep penawaran dan permintaan pariwisata beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sementara itu, bidang-bidang khusus yang dipelajari dalam jurusan ini yaitu mengenai pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya pariwisata, pengembangan atraksi wisata yang menampilkan budaya lokal, serta pelayanan kepada para wisatawan.
Bila ingin mengambil jurusan manajemen pariwisata kamu harus menyukai pelajaran Ekonomi dan Bahasa Inggris. Prospek kerja di bidang Manajemen Pariwisata adalah menjadi pemandu wisata, tur, atau agen perjalanan. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STIP Bandung) ini adalah yang terbaik bila ingin mengambil jurusan manajemen pariwisata.

8. Kriminologi

Di Jurusan kriminologi, para pengajar menolong para mahasiswanya mempelajari kriminologi yang mengutamakan riset empiris supaya bisa menjawab permasalahan kriminal dan kejahatan, baik yang berstandar nasional atau internasional. Dengan mengambil program studi ini, kamu akan mengenal lebih detil dunia kriminal.
Jurusan ini bertujuan supaya para lulusan yang menjadi ahli di bidang kriminolog mampu untuk menguasai dasar-dasar pengetahuan serta metode secara dalam di bidang kriminologi. Karena dari itu, tidak heran jika seorang kriminolog dituntut untuk mampu merumuskan alternatif kebijakan pencegahan dan penanggulangan kejahatan yang saat ini menjadi masalah sosial.
Bila ingin masuk kriminologi, sebaiknya masuk Universitas Indonesia karena jurusan kriminologi yang terbagus adalah di kampus ini.

9. Sosiologi

Interaksi yang terjadi antara satu orang dengan orang yang lain menjadi fokus utama yang dipelajari oleh para mahasiswa Jurusan Sosiologi. Hal ini karena interaksi itu sendiri bentuknya beragam dan  akan punya pengaruh langsung terhadap kondisi yang ada pada masyarakat. Cocok untuk kamu yang suka dengan pelajaran Sosiologi. Prospek kerja jurusan ini cocok di bidang Peneliti Sosial, Sosiolog‍, Spesialis Media Sosial‍.

 

on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

jurusan IPS vs jurusan IPS ,

Ngomong-ngomong soal penjurusan, sebetulnya apa sih tujuan dari penjurusan? Katanya sih, penjurusan ini punya tujuan untuk bikin siswa jadi fokus sama salah satu rumpun ilmu pengetahuan tertentu. Berarti idealnya nih, lo yang belajar IPA akan lebih fokus belajar tentang ilmu-ilmu yang mempelajari bagaimana alam ini bekerja seperti Fisika, Kimia, dan Biologi. Sementara lo yang jurusan IPS akan lebih ngulik ilmu tentang interaksi sosial masyarakat seperti Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Cuma masalahnya, apakah betul pemisahan jurusan antar IPA dan IPS betul-betul merepresentasikan konsep itu?
Sebelum lanjut, gua mau cerita pengalaman kecil gua beberapa waktu yang lalu dicurhatin sama sepupu yang baru aja memutuskan jurusannya. Berhubung sepupu gua ini seneng debat ngikutin perkembangan politik dan ekonomi mancanegara, dia memilih IPS sebagai penjurusan di masa SMA-nya. Setelah sebulan menjalani kegiatan belajar-mengajar, sepupu gue mengeluh bahwa dia selalu dibanjiri dengan pertanyaan sama teman-temannya

“Eh kenapa sih masuk IPS? Padahal kan lo pinter!” 

JREENG….!! Nah lho, pernah gak sih lo yang punya nilai akademis oke di jurusan IPS ditanyain hal yang sama? Emangnya kalau sepupu gue pinter, kenapa temen-temennya pada nanyain kenapa dia nggak masuk jurusan IPA? Emang kalau lo pinter harus masuk jurusan IPA, ya? Emangnya anak-anak di jurusan IPS itu nggak sepinter mereka yang di IPA yak?
IPA vs IPS

Kalo mau bicara konsep ideal dari tujuan awal pemisahan antara dua rumpun ilmu tersebut, tentu saja jawabannya : nggak dong, anak IPA dan IPS kan punya ranahnya masing-masing. Tapi kalo kita balik ke realita, nggak bisa dipungkiri bahwa emang ada fenomena ganjil dalam dunia pendidikan kita, dimana jurusan IPS dinilai lebih inferior dibandingkan jurusan IPA. Bahkan kalo dibedah, jurusan IPA seolah-olah dipandang sebagai jurusan yang berisi anak-anak yang rajin belajar, suka ngitung, anak baik-baik, pekerja keras, tapi kurang banyak bergaul karena kebanyakan waktunya dihabisin di tempat les/bimbel. Sedangkan anak-anak IPS dipandang sebagai kumpulan anak yang males belajar, tukang main, lebih jago hafalan, punya kemampuan bergaul yang lebih oke dibandingkan dengan anak-anak IPA.
Pandangan seperti ini emang nggak cuma lo doang yang ngerasain di jaman sekarang ini. Miskonsepsi ini sebetulnya udah jadi semacam stigma nggak tertulis selama bertahun-tahun dari generasi ke generasi. So, jangan heran kalo stereotype semacam ini nggak cuma ada di pikiran pelajar SMA, tapi juga sampai ke kalangan orangtua bahkan beberapa guru tertentu. Nah, dalam kesempatan kali ini, gua mau coba ngebahas beberapa miskonsepsi atau pandangan umum yang keliru antara jurusan IPA dengan jurusan IPS. Okay, langsung aja yuk kita mulai pembahasannya:

Mitos #1: Jurusan IPA lebih superior dan bergengsi daripada jurusan IPS.

cuwi0
Penyebab adanya miskonsepsi seperti ini bisa jadi bermacam-macam, dari mulai kualitas soal dan tingkat kesulitan yang jomplang antara pelajaran-pelajaran IPA dengan IPS, kualitas/kemampuan guru IPA dan IPS yang berbeda, sampai gengsi dari kalangan orangtua murid. Hal-hal seperti inilah yang justru secara simultan menguatkan miskonsepsi ini dari waktu ke waktu. Tanpa sadar hal seperti ini yang membentuk stigma terhadap jurusan IPA maupun IPS. Sehingga siswa yang nilai akademisnya oke dituntut untuk masuk ke jurusan IPA, padahal mungkin sebetulnya ketertarikan minat dia adalah topik-topik yang berbau sosial.
Cuma karena gak mau dicap sebagai “anak kurang rajin belajar jadi gak mampu masuk IPA” jadinya milih jurusan yang sebetulnya bukan minat dia. Sebaliknya, siswa yang nilai akademisnya kurang oke jadi terpaksa masuk IPS karena standard nilai untuk masuk penjurusan IPA lebih tinggi daripada jurusan IPS, padahal mungkin sebetulnya minat anak ini lebih suka topik yang berkaitan dengan ilmu alam, cuma karena dia males belajar aja jadi terpaksa masuk IPS.
Nah, menurut gua sih idealnya baik lo yang mau masuk jurusan IPA atau IPS, dua-duanya harus punya standar sendiri-sendiri. Jadi, konsepnya bukan yang gak lulus jurusan IPA, langsung dimasukin ke jurusan IPS. Tapi dilihat dulu, apakah anak tersebut emang layak untuk masuk jurusan IPS atau enggak. Intinya setiap siswa diberikan kebebasan untuk memilih jurusan-nya sesuai dengan minat mereka masing-masing, yang tentu cermin yang paling mudah untuk melihat minat adalah nilai akademis masing-masing pelajaran. Terlepas dari nilai akademis itu, emang sebaiknya penjurusan itu dikembalikan lagi pada keputusan masing-masing siswa.
So, dengan ada standardisasi dan konsep seperti itu, sebetulnya nggak perlu ada tuh jenjang superioritas-inferioritas di antara dua bidang tersebut. Baik IPA maupun IPS sebetulnya sama-sama membutuhkan kompetensi yang berbeda-beda dan setiap pelajar bisa jadi bener-bener jago di bidangnya masing-masing.

Mitos #2 :Anak IPA kuat di hitungan, IPS lebih kuat di hafalan

IPA vs IPS
Ini adalah salah satu stereotype yang dari dulu sampe sekarang awet banget nempelnya di masyarakat. Seolah-olah tingkat kecerdasan siswa itu cuma dibagi jadi dua tolak ukur doang: hitungan dan hafalan. Kalo lo jago hitungan ya itu tandanya lo cocok masuk ke jurusan IPA, kalo lo jago ngehafalin, berarti lo cocoknya masuk jurusan IPS. This is so wrong in so many ways!
  • Nggak ada satu pun pelajaran hitungan di IPA, baik Fisika, Kimia, dan Biologi itu sama sekali bukan pelajaran berhitung. Kalau pun ada yang namanya pelajaran berhitung, yang paling deket itu ya pelajaran Akuntansi, itu pun malah dia lebih pas masuk ke jurusan IPS.
  • Nggak ada satu pun pelajaran di IPS yang menuntut hafalan, kalo sekarang lo yang di jurusan IPS masih banyak ngehafalin materi pelajaran, berarti cara belajar lo yang keliru. Baik Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, maupun Geografi itu pelajaran yang menuntut pemahaman konseptual yang komprehensif. Sementara kalo lo udah ngerti konsepnya, dengan sendirinya juga lo akan hafal sama istilah-istilah yang digunakan.
Nih ya, gua mau bahas sedikit pembedahan tingkat kecerdasan yang jauh lebih bener daripada pembagian hafalan-hitungan. Berdasarkan Bloom’s Taxonomy, kemampuan manusia dalam domain kognitif terbagi menjadi tiga aspek, yaitu:
  1. Level 1: Knowledge, yang termasuk dalam knowledge adalah pengetahuan kita mengenai fakta-fakta atau terminologi yang spesifik, pengetahuan mengenai metode-metode tertentu, dan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan teori-teori universal.
  2. Level 2: Comprehension, Sedangkan comprehension merupakan kemampuan kognitif yang melibatkan kemampuan untuk memahami konsep, membandingkan konsep, menginterpretasikan suatu fenomena atau abstraksi tertentu, dan dapat menyimpulkan main idea dari pembahasan-pembahasan tertentu.
  3. Level 3: Critical Thinking, terdiri dari beberapa dimensi, yaitu: analysis, evaluation, synthesis.
  • Analysis : menguji dan menguraikan informasi dan/atau pengetahuan dengan cara mengidentifikasi komponen-komponen dari informasi tersebut (misalnya: penyebab, efek, dan prevalensi)
  • Evaluation: mengajukan dan mempertahankan opini dengan cara membuat penilaian mengenai informasi dari gagasan berdasarkan dengan kriteria-kriteria tertentu.
  • Synthesis: mengumpulkan informasi-informasi terkait suatu gagasan tertentu untuk membuat suatu kesimpulan dan menghasilkan gagasan alternatif
Suatu aktivitas pembelajaran dapat dikatakan efektif dan memberikan manfaat ketika aktivitas tersebut dapat membawa kita ke level 3: kognisi critical thinking. Ketika kita cuma itung-itungan dengan ngehafal rumus, atau tau istilah-istilah dengan cara ngehapal, maka lo hanya sampai ke level kognitif knowledge doang.
Nah untuk bisa belajar dengan cara yang bener, lo justru jangan cuma sampai ke level-1 doang, tapi lo juga dituntut untuk mengolah knowledge itu menjadi level 2: comprehension hingga ke level 3: analysis, evaluation, dan synthesis. Konsep inilah yang selama ini dibahas sama Glenn di artikel sebelumnya tentang perbedaan studying dengan learning.
So, menurut gue, baik ketika lo masuk jurusan IPA ataupun jurusan IPS, hapalan dan itungan itu bukanlah hal yang patut lo pusingin. Justru hal yang harus lo pastikan adalah apakah lo paham dengan apa yang disampaikan oleh guru/apa yang sedang lo pelajarin. Ketika lo udah paham sama suatu konsep, secara otomatis lo akan familiar dengan konsep tersebut, dan tanpa intensi untuk menghafal, lo akan hafal istilah-istilah dan rumus-rumus itu dengan sendirinya. Pas SMA, gue punya prinsip “Yang penting ngerti dulu, kalau hafal mah itu bonus buat gue.”

Mitos #3: Anak IPA itu emang udah seharusnya lebih jago matematika daripada anak IPS

Miskonsepsi ini sebetulnya salah satu yang paling parah, bahkan di terjadi di kalangan guru sekalipun. Lo tau nggak sih kalo sebetulnya matematika ini bukanlah cabang dari bidang IPA (natural science), dan bukan juga IPS (social science).

“Lha, bukannya selama ini gua pikir matematika itu identik dengan jurusan IPA?”

Nope. IPA maupun IPS adalah science. Maksudnya science, itu artinya ilmu mempelajari hal yang konkrit, sedangkan matematika itu adalah ilmu abstrak, bukan konkrit. Jadi sekali lagi, matematika itu bukan science.
Istilah science artinya kita mempelajari ilmu yang bisa diamati dan bisa direpresentasikan dalam dunia nyata, pembuktiannya disebut dengan evidence. Sedangkan inti dari matematika itu adalah abstract modeling dari logika dimana pembuktiannya biasa disebut dengan proof. Jadi matematika merupakan ilmu pengetahuan murni yang bersifat abstrak dan dia bisa berdiri sendiri tanpa sokongan ilmu-ilmu lain.
So, Matematika itu sama sekali nggak identik sama hitungan apalagi jurusan IPA. Matematika itu gak nyambung sama sekali sama ilmu alam maupun hitungan. Jadi sebetulnya baik jurusan IPA maupun IPS harus sama-sama menguasai pelajaran matematika dengan baik, karena konsep-konsep dasar dari matematika bisa diterapkan untuk membantu cabang-cabang ilmu lainnya dalam proses pengembangan ilmu tersebut.

Mitos #4: Anak IPA bisa masuk semua jurusan kuliah, anak IPS cuma bisa soshum

ipa ips
Ketika gue SBMPTN, banyak temen gue yang ngeluh karena anak-anak IPA dianggap sering “mengambil lahan” anak-anak IPS ketika memasuki  jurusan-jurusan pas mau kuliah.
Sebetulnya sih, hal ini ada benernya juga, mengingat banyak banget anak-anak yang dulunya berada di jurusan IPA tapi pas SBMPTN ngambil jurusan IPC supaya bisa ambil jurusan IPS pas kuliahnya. Termasuk gue juga dari jurusan IPA emang akhirnya milih ngambil Psikologi di UI, hehe..
Terus biasanya kalo anak-anak IPA yang ngambil IPC ada yang lulus pas SBMPTN-nya dalam ngambil jurusan seperti Psikologi, Ekonomi, atau Hubungan Internasional, langsung pada menggerutu seperti ini.

“Halah anak IPA kenapa sih masih ngerebut aja lahan anak IPS!? Padahal kan mereka udah punya jurusannya sendiri, kenapa gak dari awal aja kalo gitu mereka ambil jurusan IPS? Mereka kan pinter-pinter jadi gampang aja kalo mau ngambil soshum, sedangkan kita yang di IPS kan gak bisa segampang itu ngambil jurusan IPA.”

Nggak sedikit juga lho, lo ngedengerin komentar seperti ini, terutama nanti begitu lo yang di kelas 12 SMA udah mulai mikirin jurusan kuliah. Sebenernya sikap seperti ini mungkin lo anggep sebagai celotehan biasa aja, tapi jangan salah lho. Sikap seperti ini tuh bisa diterjemahkan sebagai sikap inferior yang juga berperan menambah pupuk paradigma yang salah tentang pembagian IPA maupun IPS.
Kita semua sebetulnya juga tau kan, kalo jurusan IPA mupun jurusan IPS sebetulnya bisa aja kok daftar IPC pas SBMPTN. Tinggal seberapa niat aja lo belajar sebelum SBMPTN dan seberapa siap elo untuk ngehadapin persaingan untuk mendapatkan jurusan di universitas tersebut. Jadi seharusnya nih, baik jurusan IPA maupun IPS ya kembali pada kompetisi yang fair dan sejajar sebagai sesama intelektual muda untuk bisa mendapatkan jurusan kuliah dan universitas yang diinginkan.
on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tes Memilih Jurusan Kuliah Berdasarkan Karakter

Tes Memilih Jurusan Kuliah Berdasarkan Karakter

 


 sumber: https://donestory1.blogspot.com/2017/03/tes-memilih-jurusan-kuliah-berdasarkan.html



 
Anak Sma kelas 3 biasanya sering dipusingkan dengan yang namanya jurusan kuliah,Karena jurusan kuliah itu akan menentukan akan jadi apa saat dewasa nanti dan bukan hanya itu tetapi juga menentukan apakah kita akan kuat atau tidak saat mengikuti pembelajarannya.

Sering sekali mereka mimilih jurusan secara asal-asalan,dari mulai ikut ikut teman,disuruh orang tua,dan hanya asal pilih.Dan hal itu tentunya akan membuat mereka kuwalahan saat kuliah nanti.

Lalu bagaimana caranya agar mereka bisa memilih jurusan kuliah yang tepat?
Coba tes jurusan yang cocok denganmu berdasarkan karaktermu,karena bila kuliah yang sesuai karaktermu tentunya akan mempermudahmu dalam menjalani masa kuliah bahkan bisa sukses kedepannya.

Kalau mau mencobanya silahkan jawab pertanyaan yang ada dibawah ini yang terdiri dari 5 sesi dan setiap sesinya ada 10 pertanyaan.
Pertama ambil buku dan bulpenmu dan catat jawabanmu dari semua sesi yang ada.

Silahkan jawab jujur dengan menulis Ya atau Tidak

Sesi 1

  1. Apakah anda lebih suka praktek daripada teori?
  2. Apakah anda orang yang tidak begitu memperdulikan penampilan anda?
  3. Apakah anda orang yang teliti?
  4. Apakah anda orang yang realistis?
  5. Apakah anda orang yang tidak peka terhadap orang di sekitar?
  6. Apakah anda orang yang sabar?
  7. Apakah anda suka dengan tantangan?
  8. Apakah anda orang yang suka melakukan sesuatu dengan sederhana?
  9. Apakah anda orang yang gugup ketika berbicara dihadapan banyak orang?
  10. Apakah anda orang yang tidak mudah menyerah?

Sesi 2

  1. Apakah anda lebih suka gambar,foto daripada musik?
  2. Apakah anda orang yang peka terhadap orang sekitar?
  3. Apakah anda suka merenungkan suatu masalah?
  4. Apakah anda orang yang suka berimajinasi?
  5. Apakah anda lebih suka memahami daripada menghafal?
  6. Apakah anda suka tugas yang membutuhkan pemahaman?
  7. Apakah anda orang yang suka travelling?
  8. Apakah anda suka menyelesaikan satu tugas terlebih dahulu daripada belum menyelesaikan tugas dan mencoba tugas yang lain?
  9. Apakah anda orang yang menyukai hasil sempurna?
  10. Apakah anda orang yang tidak suka kalah?

Sesi 3

  1. Apakah anda orang yang pandai berbicara?
  2. Apakah anda orang yang pandai bergaul?
  3. Apakah Anda orang yang bertanggung Jawab?
  4. Apakah anda suka berkomunikasi?
  5. Apakah Anda orang yang peka terhadap orang lain?
  6. Apakah anda tidak menyukai masalah yang intelek?
  7. Apakah anda orang yang menyukai status dalam organisasi?
  8. Apakah anda tidak suka menyendiri?
  9. Apakah anda orang yang tidak terlalu memikirkan suatu masalah?
  10. Apakah anda suka membantu orang?

Sesi 4

  1. Apakah anda suka angka yang teratur?
  2. Apakah anda suka sesuatu yang teratur?
  3. Apakah anda tidak suka sesuatu yang membutuhkan pemahaman?
  4. Apakah anda bahasa yang tersusun baik?
  5. Apakah anda orang yang menyukai status dalam organisasi?
  6. Apakah anda suka menghitung?
  7. Apakah anda suka hal yang pasti?
  8. Apakah anda suka menyelesaikan masalah secara lama tapi hasil bagus daripada cepat tapi tidak bagus?
  9. Apakah anda sering memecahkan masalah dengan waktu yang singkat?
  10. Apakah anda orang yang teliti?

Sesi 5

  1. Apakah anda orang yang mudah mempengaruhi orang?
  2. Apakah anda memiliki keterampilan dalam berbicara di depan umum?
  3. Apakah anda agresif dalam urusan lisan seperti debat?
  4. Apakah anda suka tugas yang membutuhkan pemahaman?
  5. Apakah anda mudah beradapasi terhadap lingkungan?
  6. Apakah anda lebih suka menjadi pemimpin daripada anggota?
  7. Apakah Anda suka menjadi pusat perhatian?
  8. Apakah anda suka berorganisasi?
  9. Apakah anda suka mencari sesuatu yang menguntungkan dari suatu hal?
  10. Apakah anda orang yang percaya diri?
Selesai

Setelah anda menjawab semua pertanyaan silahkan cek,sesi mana yang paling banyak jawaban Ya nya,bila Jawaban Ya nya paling banyanyak pada

Sesi 1
Anda Tipe Realistik
,biasanya tipe ini cenderung lebih suka praktek dari pada teori,selain itu dia suka hal yang menantang,tetapi tipe ini kurang dalam percakapan verbal,tidak peka. Tetapi dalam hal memecahkan masalah tipe ini mengerjakannya dengan sederhana dan orang yang realistis

Jurusan yang cocok:Teknik Informatika,Teknik Sipil,MIPA

Sesi 2
Anda Tipe Intelektual
,Tipe ini cenderung sesuatu yang bersifat akademik,Suka merenungkan masalah daripada langsung mengatasinya,dan Suka tugas yang sifatnya belum pasti.Tipe ini juga mengerjakan sesuatu secara sempurna dan mempunyai imajinasi yang bagus.

Jurusan Yang cocok:DKV,Hukum,Biologi,kimia

Sesi 3
Anda Tipe Sosial
,tipe ini pandai dalam berbicara dan bergaul,tidak menyukai sesuatu yang intelek.Tipe ini peka terhadap orang disekitarnya dan menyukai status dalam organisasi.Dan tipe ini suka dalam berkomunikasi

Jurusan yang cocok:Guru,Psikolog,Sosiologi

Sesi 4
Anda Tipe Konvensional
,Tipe ini suka sesuatu yang teratur,dan suka bahasa yang tersusun baik,senang mengabdi dan tidak suka masalah yang tidak pasti penyelesaiannya.Dan tipe ini suka menyelesaikan masalahnya secara singkat.

Jurusan yang cocok:Akuntansi

Sesi 5
Anda Tipe Enterprising
,tipe ini pandai berbicara,dan mudah mempengaruhi orang lain,mudah beradaptasi,sering menjadi panutan,dan suka hal yang menantang.Tipe ini juga sering menjadi perhatian dan suka masalah yang penyelesaiannya belum pasti

Jurusan yang cocok:Manajemen,Bisnis

Itu dia tes dan hasilnya,bagaimana menurut anda?apakah cocok dengan diri anda?Hal ini bisa anda jadikan referensi untuk jurusan apa yang akan anda ambil nantinya
on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Jurusan Yang Jarang Diminati Yang Bisa Kamu Masuki, Ada 10

Jurusan Yang Jarang Diminati Yang Bisa Kamu Masuki, Ada 10

 Jurusan Yang Jarang Diminati

 

Inilah dia 10 jurusan yang jarang diminati dan bisa Kamu jadikan pilihan :

1. Teknik pengairan

Teknik pengairan merupakan jurusan ilmu yang mempelajari berbagai hal seputar aliran air meliputi teknik irigasi, pemanfaatan sungai, saluran air di kota, dan lain sebagainya. Jurusan ini memang kurang diminati padahal memiliki prospek kerja yang sangat bagus di masa depan.

2. Astronomi
Ilmu astronomi menjadi salah satu jurusan ilmu yang tidak banyak diminati. Padahal lulusan dari jurusan ini sangat dibutuhkan baik saat ini maupun di masa depan. Contohnya, lulusan ilmu astronomi bisa bekerja di BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

3. Oseanografi
Kita tahu bahwa Indonesia memiliki lautan luas. Ilmu oseanografi akan sangat dibutuhkan di negara kita. Ilmu ini mempelajari semua hal tentang lautan termasuk fenomena-fenomena yang terjadi di lautan.

4. Teknobiomedik
Teknobiomedik merupakan jurusan ilmu yang sangat dibutuhkan di dunia kesehatan. Ilmu ini mempelajari soal analisis, diagnosa, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan ilmu kesehatan.


5. Aktuaris
Aktuaris merupakan jurusan ilmu yang bisa menghasilkan ahli keuangan dan teori statistik. Lulusan jurusan ini akan sangat dibutuhkan di Indonesia salah satunya karena perkembangan asuransi semakin pesat sehingga membutuhkan ahli keuangan dan statistik.

6. Ilmu Perpustakaan

Banyak yang berpikir bahwa lulusan ilmu perpustakaan hanya akan menjadi pustakawan biasa di perpustakaan. Padahal lulusan jurusan ini juga bisa memiliki prospek kerja yang bagus di perusahaan untuk menyusun dokumen-dokumen.

7. Teknik Nuklir

Teknik nuklir akan menghasilkan ahli di bidang radiasi nuklir, reaktor nuklir, dan hal-hal lain seputar pemanfaatan nuklir untuk berbagai bidang mulai dari pertanian hingga kedokteran.

8. Ilmu Perkapalan
Indonesia merupakan negara maritim sehingga banyak aktivitas perkapalan yang terjadi. Lulusan ilmu perkapalan akan sangat dibutuhkan di negara kita.


9. Kehutanan
Ilmu kehutanan seringkali disepelekan padahal ilmu ini sangat bermanfaat di Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia masih memiliki wilayah hutan yang harus dikelola secara maksimal sehingga lulusan kehutanan akan sangat dibutuhkan.

10. Arkeologi
Arkeologi merupakan ilmu yang belajar tentang kebudayaan manusia dan sejarahnya. Ilmu ini jarang diminati karena dinilai kurang seru dipelajari padahal lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan baik saat ini maupun di masa depan.
Itulah tadi 10 pilihan jurusan yang jarang diminati. Kamu bisa memilih masuk di salah satu jurusan tersebut untuk meraih karir yang cemerlang di masa depan.


sumber:
( https://www.renesia.com/10-jurusan-yang-jarang-diminati/)


 

on August 28, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tuesday, August 20, 2019

7 Cara Mendapatkan Uang dari Blog yang Wajib Kamu Coba


7 Cara Mendapatkan Uang dari Blog yang Wajib Kamu Coba


 
7 Cara Mendapatkan Uang dari Blog yang Wajib Kamu Coba



Salah satu keuntungan memiliki sebuah blog adalah kita bisa menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Melalui berbagai cara monetisasi, blog yang hanya berupa sebuah website dengan tulisan, gambar, dan kadangkala juga video ini dapat membuat seseorang kaya asalkan pandai dalam mengembangkannya.
Lalu, apa saja cara monetisasi blog yang bisa kamu lakukan? Berikut ini 7 cara mendapatkan uang dari blog yang wajib kamu coba. Disimak Ya!
Daftar Isi:
  • 1. Memasang iklan
  • 2. Ikut program afiliasi
  • 3. Menjual jasa
  • 4. Menjual produk
  • 5. Membuat program berlangganan
  • 6. Menjalin kerjasama dengan brand/perusahaan
  • 7. Meminta donasi

1. Memasang iklan

Cara pertama dan paling mainstream digunakan untuk mendapatkan uang dari blog adalah dengan memasang iklan. Ketika blog kamu sudah memiliki pengunjung yang lumayan, pastinya akan ada banyak pihak yang tertarik untuk memasang iklan di blog kamu. Dengan demikian, kamu pun bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan uang lewat pengenaan tarif tertentu kepada mereka yang ingin memasang iklan.
Selain itu, kamu juga bisa mengikuti program periklanan Google Adsense untuk menghasilkan uang lho. Berbeda dengan jenis iklan mandiri, pada program periklanan Google Adsense kamu hanya diminta untuk mendaftar pada program mereka saja. Setelah itu, pihak Google nantinya akan mereview situs blog kamu apakah layak untuk disematkan iklan atau tidak.
blog iklan
Image: Unsplash/Neonbrand
Jika iya, maka selamat kamu tidak perlu lagi menunggu ada pihak-pihak tertentu yang ingin memasang iklan di situs blog kamu. Sebab setelah kamu resmi terdaftar sebagai partner Google Adsense, maka dengan sendirinya blog kamu akan langsung bisa menayangkan berbagai macam iklan yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Google.
Adapun seandainya aplikasi kamu ditolak oleh Google Adsense, kamu tidak perlu berkecil hati. Pasalnya, selain adsense, ada banyak lagi program periklanan serupa yang bisa kamu ikuti. Meski bayarannya tidak setinggi Adsense, tetapi beberapa program periklanan yang satu ini juga layak untuk kamu coba lho. Beberapa contoh diantaranya adalah Adsnow, Revenuehits, Media.net, dan masih banyak lagi.
Jadi, sudah siap memasang iklan di blog kamu?

2. Ikut program afiliasi

Di samping memasang iklan, kamu juga bisa mendapatkan uang dari blog melalui program afiliasi.
Program afiliasi ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan reseller. Artinya, kamu hanya bertugas untuk mempromosikan suatu barang/jasa tertentu kepada para calon konsumen. Apabila ada yang tertarik dan membeli barang/jasa tersebut dari kamu,  maka otomatis kamu pun akan memperoleh komisi sekian persen dari hasil penjualan tadi.
Walau memiliki cara kerja yang sama, program afiliasi sejatinya lebih mudah untuk dikerjakan dibandingkan dengan menjadi reseller di dunia nyata lho. Hal ini karena di program afiliasi, kamu hanya perlu menyisipkan tautan tertentu (yang mengarah ke sebuah produk/jasa yang dijual di situs lain) ke dalam artikel yang kamu tulis.
Kemudian, jika ada orang yang mengikuti tautan tersebut dan membeli produk/jasa di situs tersebut, maka kamu akan langsung mendapatkan komisi penjualannya tanpa harus berkeringat. Sementara kalau menjadi reseller, pada umumnya kamu masih diharuskan untuk bertemu dengan calon konsumen, menjelaskan panjang lebar tentang keunggulan dari produk/jasa yang kamu promosikan, lalu kalau mereka tetap tidak berminat, ya itu sudah menjadi risiko.  hehe.
Nah, buat kamu yang tertarik mengikuti program afiliasi, kamu bisa mengikuti program afiliasi ShopBack  yang akan memberikan kamu bonus Rp25.000 setiap kali ada yang melakukan pendaftaran dan bertransaksi di ShopBack melalui link referral kamu. Mudah, bukan?
Baca juga: 11 Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing. Tertarik?

3. Menjual jasa

Berikutnya, cara mendapatkan uang dari blog  yang bisa kamu coba adalah dengan menjual jasa tertentu.  Misal, jika kamu jago menulis, kamu bisa menggunakan keahlian tersebut untuk menjual jasa menulis artikel kepada para pengunjung blog kamu. Apabila kamu jago mendesain/menggambar, maka kamu juga bisa menjual jasa mendesain kepada para pengunjung blog kamu. So easy, right?
Tapi ingat, sebelum kamu menjual jasa, pastikan kamu memang punya keahlian tertentu yang terkait dengan jasa yang kamu jual. Jangan sampai kamu hanya menjual jasa saja, tetapi menyuruh orang lain untuk mengerjakan pesanan-pesanan klien yang kamu terima. Sebab perilaku tersebut sangatlah tidak pantas serta juga dapat merusak kepercayaan kamu di mata para pengguna jasa.

4. Menjual produk

Selain menjual jasa, kamu juga bisa mendapatkan uang dari blog dengan cara menjual produk tertentu. Bisa itu berupa produk virtual seperti e-book, software, dan laporan atau produk fisik seperti baju, gelas/mug, buku, dan topi.
Nah, jika blog kamu memiliki banyak penggemar, maka bukan tidak mungkin kamu bisa kaya dengan hanya menjual produk-produk di blog kamu lho. Kalau boleh saran, sebaiknya gunakanlah blog kamu untuk menjual e-book atau buku fisik mengingat jenis produk ini lah yang memang paling efektif untuk dijual oleh para blogger. Contoh suksesnya? Lihat aja tuh si bang Raditya Dika.

5. Membuat program berlangganan

newsletter
Image: Sendidblue
Kalau cara mendapatkan uang dari blog yang satu ini memang masih jarang sih dilakukan oleh para blogger di Indonesia. Akan tetapi, jika kita melihat blogger luar negeri, biasanya cara seperti ini cukup sering digunakan karena mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Adapun untuk cara menerapkannya sangatlah mudah. Pasalnya, kamu cukup membuat konten atau serial konten tertentu, contohnya seperti kursus, pelatihan, dan lain-lain. Setelah itu, kamu tinggal menerapkan pembayaran bulanan atau tahunan kepada mereka yang ingin mendapatkan akses terhadap seluruh konten premium yang telah kamu buat tadi.
Selain melalui konten premium, kamu juga bisa menerapkan program berlangganan pada area komunitas yang kamu buat di blog kamu. Misal, di blog, kamu membuat area komunitas belajar menulis novel yang mengulas tentang berbagai tips & trik menulis novel yang lengkap dan sulit untuk ditemukan di internet.
Nah, jika kamu merasa ilmu yang terdapat di area komunitas tersebut sangat berharga, maka kamu bisa menerapkan program berlangganan berbayar kepada mereka yang ingin mendapatkan akses ke area komunitas tersebut. Gampang, bukan?

6. Menjalin kerjasama dengan brand/perusahaan

Cara mendapatkan uang dari blog yang ke-6 adalah dengan menjalin kerjasama dengan brand atau perusahan tertentu. Adapun terkait bentuk kerjasamanya, biasa dilakukan dalam bentuk kerjasama berikut ini, yaitu:
  • Content Placement
  • Jobs Review, dan
  •  Event Invitation
Content Placement adalah bentuk kerjasama dimana pihak perusahaan/brand menyiapkan satu atau beberapa artikel tertentu untuk ditayangkan di blog kamu. Setelah tayang, kamu akan memperoleh komisi kerjasama sesuai kesepakatan.
Jobs Review adalah bentuk kerjasama dimana pihak perusahaan/brand menyuruh kamu untuk membuat artikel yang berisi tentang review produk/jasa mereka. Setelah artikelnya selesai, kamu pun diwajibkan untuk menayangkan artikel tersebut di blog kamu. Soal tarif, biasanya bentuk kerjasama jobs review ini dihargai lebih mahal dibandingkan dengan bentuk kerjsama content placement.
Event Invitation singkatnya adalah bentuk kerjasama dimana kamu diundang oleh pihak perusahaan/brand untuk mengisi acara atau event mereka. Biasanya sih sebagai blogger kamu akan diundang sebagai pembicara dan bayarannya pun jelas lebih menggiurkan.

7. Meminta donasi

Terakhir, cara mendapatkan uang dari blog yang juga bisa kamu coba adalah dengan meminta donasi. Di Indonesia, cara ini mungkin tidak begitu populer dan efektif untuk mendapatkan penghasilan. Tetapi di luar negeri, cara seperti ini bisa sangat efektif apabila pemilik blog memang mampu memberikan nilai lebih kepada para pengunjung/pembaca blog mereka.
Salah satu contoh blogger yang berhasil mendapatkan banyak penghasilan dari donasi adalah Steve Pavlina. Ia adalah seorang blogger pengembangan diri asal Amerika Serikat yang sukses mendapatkan ribuan dollar per bulan dari Donasi pembacanya. Andaikan saja orang Indonesia sedermawan itu. hehe.
Jadi, bagaimana? Apakah kamu sudah siap mendapatkan uang dari blog? Jika iya, lantas cara monetisasi blog manakah yang nantinya akan kamu terapkan di blog kamu?
on August 20, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

About Me

PkaltOfficialSite
View my complete profile
  • August 2020 (1)
  • June 2020 (2)
  • May 2020 (4)
  • April 2020 (22)
  • January 2020 (11)
  • December 2019 (2)
  • November 2019 (11)
  • October 2019 (18)
  • September 2019 (2)
  • August 2019 (26)
  • July 2019 (11)
  • June 2019 (7)
  • May 2019 (8)
  • April 2019 (5)
  • March 2019 (5)
  • February 2019 (8)
  • January 2019 (14)

Report Abuse

Wikipedia

Search results

welcome !

welcome !

Total Pageviews

Search This Blog

  • Home

Fungsi COUNT Pada Ms.Excel || TUTORIAL EXCEL

Popular Posts

  • Contoh Soal TPA Terbaru Disertai Trik Jitu Menjawab Dengan Tepat || Kemampuan Logika
    Kemampuan Logika Untuk sukses dalam menghadapi tes logika, sobat harus benar-benar melatih kemampuan mencerna dan menganalisa suatu informas...
  • Jodoh Yang Dari Tuhan
    Zaman sekarang banyak yang dipusingkan masalah perjodohan/pasangan hidup. Banyak yang akhirnya memaksa untuk menikah karena faktor ...
  • Lirik lagu Mars HKI (HURIA KRISTEN INDONESIA )
Travel theme. Powered by Blogger.